-->

Sembahyang Dongzhi

 


1.  Sejarah dan Makna Dongzhi 

Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian awal, bahwa sembahyang Dongzhi adalah Sembahyang Zheng (烝), yaitu sembahyang Syukur dan Yakin kepada Tian yang bermaknakan rasa syukur  kepada rakhmatNya. Dongzhi biasanya jatuh pada tanggal 21 atau 22 Desember, saat matahari di titik balik 23,5 derajat Lintang Selatan. Perayaan Dongzhi sudah ada sejak dinasti Zhou. Namun karena pada masa Zhou memiliki sistem kalender yang berbeda khususnya mengenai penetapan tahun baru (Zhengyue). Pada masa tersebut, Dongzhi ditetapkan sebagai tahun baru. Nabi Kongzi hidup pada masa pertengahan Dinasti Zhou menganjurkan agar Dinasti Zhou kembali menggunakan kalender Dinasti Xia yang menetapkan tahun barunya pada awal musim semi, karena cocok dijadikan pedoman oleh para petani yang pada waktu itu mayoritas penduduknya memang bertani. Tetapi nasihat Beliau baru dilaksanakan pada masa Dinasti Han (140-86 SM.) oleh kaisar Han Wudi pada tahun 104 SM., sejak saat itu kalender Xia yang sekarang kita kenal sebagai  kalender Kongzili diterapkan kembali sampai sekarang ini. Dong berarti musim dingin, zhi berarti paling/puncak. Dongzhi adalah hari dengan siang terpendek (malam terpanjang) di bumi bagian Utara. Matahari berada pada posisi paling Selatan (23,5° LS). Dongzhi memiliki makna yang luas dan mengandung unsur kekeluargaan.

2.  Sajian Sembahyang Dongzhi 

Makanan yang disajikan pada saat Dongzhi adalah  Tangyuan atau Ronde yang melambangkan persatuan dan keharmonisan keluarga. Yuan  artinya bulat melambangkan kesempurnaan. Tangyuan disajikan dengan kuah jahe manis yang bertujuan memberi kehangatan pada saat musim dingin. Tang Yuan kadang disebut Tuan Yuan yang artinya adalah reuni keluarga. Berdasarkan penjelasan Ilmu Astronomi, peredaran Matahari sewaktu sampai pada waktu Dongzhi ini,
kebetulan melewati Dongzhi Dian (Titik Puncak Musim Dingin). Pada waktu ini matahari berada pada posisi titik balik Selatan atau Winter Solstice. Matahari pada saat ini berada pada lintang Selatan 23,5 derajat, dan mulai berbalik ke Utara. Maka, Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan mengalami perbedaan yang amat besar; Di Belahan Bumi Utara siang hari lebih pendek daripada malam hari, sedangkan di Belahan Bumi Selatan siang hari lebih panjang daripada malam hari.



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment