-->

Evaluasi Penerapan Standard Operating Procedure-Good Agriculture Practice (SOP-GAP) pada Usahatani Padi Organik di Kabupaten Bantul

 SRIYADI, ENI ISTIYANTI, FRANCY RISVANSUNA FIVINTARI

Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Email: sriyadi_s@yahoo.co.id


INTISARI

Ketahanan pangan tidak hanya diartikan tersedianya pangan dalam jumlah yang cukup, tetapi juga ketahanan bagi produsen dan konsumen serta terjaminnya kelestarian lingkungan untuk produksi yang berkelanjutan. Sistem pertanian organik diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan untuk pencapaian ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) tingkat penerapan Standard Operating Procedure-Good Agriculture Practice (SOP-GAP) pada usahatani padi organik di Kabupaten Bantul cukup tinggi, (2) Tingkat penerapan SOP-GAP pada usahatani padi organik berhubungan dengan ketersediaan modal, harga jual beras organik dan harga beli input produksi (benih dan pupuk), (3) Tingkat keputusan petani berhubungan dengan tingkat penerapan SOP-GAP pada usahatani padi organik, dan (4) Pengembangan usahatani beras organik membutuhkan ketersediaan modal yang cukup. Dalam hal ini pemerintah, melalui Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan perlu memfasilitasi modal bagi petani dalam bentuk bantuan bergulir maupun pinjaman dengan bunga rendah. 

Kata kunci: pertanian organik, penerapan, SOP-GAP, keputusan.

Download : JURNAL



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment