Pelaksanaan analisis Kation berdasarkan metode H2S - BAG 2
(2) Golongan II
Kation golongan II (Hg2+, Pb2+ , Bi2+, Cu2+ ,
Cd2+ , As3+ , As5+, Sb3+ , Sb5+ , Sn2+ , Sn4+ ) membentuk endapan
dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Endapan yang
terbentuk adalah HgS (hitam), PbS (hitam), CuS (hitam), CdS (kuning),
Bi2S3 (coklat), As2S3 (kuning), Sb2S3 (jingga), Sb2S2 (jingga), SnS
(coklat), SnS2 (kuning).
Kation golongan II dibagi lagi menjadi dua
sub golongan berdasarkan kelarutkan endapan tersebut dalam amonium
polisolfida yaitu sub golongan tembaga (golongan II a) dan sub golongan
arsenik (golongan IIb), sulfida sub golongan tembaga (ion Hg2+, Pb2+,
Bi3+, Cu2+, Cd2+) tidak larut dalam amonium polisulfida sedangkan
sulfioda sub golongan arsenik ( As3+, As5+, Sb3+, Sb5+, Sn2+, Sn4+)
larut membentuk garam-garam kation. Ionion golongan IIB ini bersifat
amfoter, oksidasinya membentuk garam baik dengan asam maupun dengan
basa. Semua sulfida golongan II B larut dalam (NH4)2S tidak berwarna
kecuali SnS.
Kation-katon golongan II dan
kation-kation golongan III samasama membentuk endapan sulfida namun
mengapa kationkation golongan III tidak mengendap pada pengendapan
kation golongan II.
Jika konsentrasi kation golongan II dan III
masing-masing 0,1M dapat dihitung garam sulfida mana yang mengendap.
Dari daftar hasil kali kelarutan, dapat dilihat bahwa endapan yang
mempunyai hasil kali kelarutan paling besar pada golongan II adalah CdS
yaitu 8m x 10-27 sedangkan yanga mempunyai hasil kali kelarutan paling
rendah pada golongan III adalah ZnS yaitu 1,6x10-23. Bila dihitung hasil
kali antara konsentrasi ion Cd2+, Zn2+ dan S2 adalah sebagai berikut:
Dengan
diperhitungkan seperti itu maka keasaman HCl 0,2M dengan larutan jenuh
H2S diperoleh bahwa sulfda goloingan III yang paling mudah mengadap
(ZnZ) belum mengendap. Apabila konsentrasi HCl lebih tinggi darfi 0,2N
maka ZnS akan ikut mengendap pada pengendapan golingan II.
Kation
golongan dua tidak bereaksi dengan asam klorida tapi membentuk endapan
dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Golongan ini
adalah merkurium (muatan postif II), tembaga, bismut, kadmium, arsenik
(muatan postif III), arsenik (muatan postif IV), stibium (muatan postif
III), Stibium muatan postif (IV), timah (muatan
postif II) dan timah (muatan postif III) dan (muatan postif IV). muatan
postif Sementara sulfida dari kation dalam golongan IIa tak dapat larut
dalam amonium polisulfida, sulfida dari kation dalam golongan IIb dapat
larut.
Kation golongan 2: Cu2+, Cd2+, BI3+, Hg2+, As3+, Sn4+, Sb3+
Kation
golongan II, III, IV, dan V tidak membentuk endapan klorida. Dengan
demikian kation tersebut tetap ada dalam filtrat larutan setelah
penambahan HCl 6M. Untuk memisahkan kation golongan II dengan kelompok
kation lainnya maka kation golongan II diendapkan sebagai garam sulfida
dengan konsentrasi ion H+ dibuat menjadi sekitar 0,3 M (pH=0,5). Kondisi
pH ini penting karena jika konsentrasi asam terlalu tinggi maka
tembaga, kadmium, kobalt dan timbal tidak akan sempurna pengendapannya,
sebaliknya jika keasaman terlalu rendah maka sulfida dari golongan III
dapat ikut terendapkan.
Larutan kemudian dijenuhkan dengan sulfida.
Ion sulfida terbentuk dari ionisasi asam lemah H2S yang berasal dari gas
H2S yang dilarutkan dalam air atau dari tioasetamida yang
terhidrolisis.
Penambahan hidrogen peroksida dapat dilakukan untuk
mengoksidasi Sn2+ menjadi Sn4+ sehingga endapan SnS yang agak gelatin
menjadi SnS2.
Reaksi yang terjadi diantaranya :
Cu2+ + S2- >> 2CuS (endapan hitam)
Endapan
kation lainnya adalah CdS (kuning), Bi2S3 (hitam), SnS2 (kuning), dan
Sb2S3 (jingga). PbCl2 mempunyai Ksp yang cukup tinggi sehingga agak
mudah larut dalam larutan asam klorida encer, karena itu dalam kation
golongan II ini kemungkinan kation Pb masih ditemukan.
Kation
golongan II dipisah menjadi dua sub golongan yaitu sub golongan tembaga
dan sub golongan arsen. Pembagian kedua sub golongan ini berdasarkan
kelarutan endapan garam sulfida dan amonium polisulfida. Sulfida dari
sub-gol tembaga yaitu PbS, CuS, CdS, HgS dan Bi2S3 tidak larut dalam
pereaksi ini, sedangkan sulfida dari sub golongan arsen yaitu As2S3,
As2S5, SnS2 dan Sb2Sb3 akan larut membentuk garam tio.
Amonium
sulfida (NH4)2S tidak dapat melarutkan SnS, karena itu SnS harus
dioksidasi telebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan penambahan
hidrogen peroksida sebelum pengendapan sulfida atau mengganti ammonium
sulfida dengan amonium polisulfida ( (NH4)2S2 ) yang dapat mengoksidasi
kation tersebut.
0 komentar:
Post a Comment