PENGARUH FUNGSI KELOMPOK TERHADAP KEMANDIRIAN ANGGOTA PADA KELOMPOK TANI PADI ORGANIK DI PAGUYUBAN AL-BAROKAH DESA KETAPANG, KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH
Elsiana* , Sriroso Satmoko, Siwi Gayatri
Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro
*Penulis korespondensi: elsiana8@gmail.com
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fungsi kelompok terhadap
kemandirian anggota kelompok tani. Penelitian dilaksanakan di Paguyuban Al-Barokah Desa
Ketapang, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasi penelitian
ditentukan secara purposive dengan jumlah responden 109 dari 4 kelompok tani yaitu Al-
Barokah 3, Al-Mazroh, Sunan Ampel dan Dewi Sri, variabel fungsi kelompok dalam penelitian
ini dijelaskan oleh indikator kelas belajar, kerjasama, unit produksi dan usaha bisnis. Analisis
data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada
pengaruh secara signifikan antara variabel fungsi kelompok dengan variabel kemandiran
anggota. Fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi dan usaha
bisnis perlu ditingkatkan kedinamisannya. Perlu adanya pengembangan dan pembinaan
kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan secara merata bagi anggotanya. Pendekatan
pembangunan secara partisipatif perlu dikedepankan untuk mendorong kemandirian anggota
melalui peningkatan peran serta anggota dalam kegiatan, sehingga tumbuh dan berkembang
dalam kreatifitas dan keberanian menghadapi resiko yang ada.
kemandirian anggota kelompok tani. Penelitian dilaksanakan di Paguyuban Al-Barokah Desa
Ketapang, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasi penelitian
ditentukan secara purposive dengan jumlah responden 109 dari 4 kelompok tani yaitu Al-
Barokah 3, Al-Mazroh, Sunan Ampel dan Dewi Sri, variabel fungsi kelompok dalam penelitian
ini dijelaskan oleh indikator kelas belajar, kerjasama, unit produksi dan usaha bisnis. Analisis
data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada
pengaruh secara signifikan antara variabel fungsi kelompok dengan variabel kemandiran
anggota. Fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi dan usaha
bisnis perlu ditingkatkan kedinamisannya. Perlu adanya pengembangan dan pembinaan
kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan secara merata bagi anggotanya. Pendekatan
pembangunan secara partisipatif perlu dikedepankan untuk mendorong kemandirian anggota
melalui peningkatan peran serta anggota dalam kegiatan, sehingga tumbuh dan berkembang
dalam kreatifitas dan keberanian menghadapi resiko yang ada.
Kata kunci: Fungsi Kelompok dan kemandirian Anggota.
Download : JURNAL
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi
0 komentar:
Post a Comment