-->

Pengelolaan perikanan di Indonesia

 Pengelolaan perikanan di Indonesia selama ini didasarkan pada konsep maksimum yang lestari (Maximum Sustainable Yield) dimana konsep intinya adalah menjaga keseimbangan biologi dari sumber daya ikan agar dapat dimanfaatkan secara maksimum dalam waktu yang panjang.  

Dalam konsep ini hanya mempertimbangkan faktor biologi semata. Konsep ini hanya berangkat dari dinamika suatu stok ikan yang dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor utama yaitu; tambahan individu ikan (recruitment), pertumbuhan individu ikan (growth) dan kematian individu ikan (mortalitas).  

Yang menjadi garapan penting serta tanggung jawab pemerintah adalah menduga/ mengestimasi potensi perikanan diwilayahnya setelah di hitung jumlah hasil tangkapan yang didaratkan di pelabuhan perikanan sebagai barometer tinggi rendahnya mortalitas melalui penangkapan. Dari perhitungan tersebut, maka pemerintah akan mengeluarkan status perairan yang dikelolanya untuk diketahui khalayak khususnya nelayan.

Status tadi memberikan gambaran tentang pemanfaatan sumber daya perikanan di wilayah tersebut.  Sehingga para pemegang kebijakan di daerah bisa mengambil langkah-langkah sesuai dengan otoritas pusat dalam upaya menyelamatkan sumber daya ikan yang ada.

Status Pemanfaatan Sumber Daya Ikan  adalah sebagai berikut :
  • Unexploited . 
Stok sumber daya ikan berada pada kondisi belum tereksplotasi, sehingga aktivitas penangkapan ikan sangat dianjurkan diperairan ini guna mendapatkan keuntungan dari produksi 
  • Lightly Exploited 
Stok sumber daya ikan baru tereksplotasi dalam jumlah sedikit (kurang dari 25% MSY). Pada kondisi ini, peningkatan jumlah usaha penangkapan sangat dianjurkan karena tidak mengganggu kelestarian sumber daya ikan dan hasil tangkapan per unit upaya (Catch per Unit Effort-CPUE) masih mungkin meningkat.
  • Moderatly Exploited 
Stok sumber daya ikan sudah terekspoitasi ½ dari MSY. Pada kondisi ini peningkatan jumlah upaya penangkapan masih dianjurkan tanpa mengganggu kelestarian sumber daya ikan, akan tetapi hasil tangkapan per unit upaya mungkin makin menurun
  • Fully Exploited 
Stok sumber daya ikan sudah tereksploitasi mendekati nilai MSY. Disini peningkatan jumlah upaya penangkapan sangat tidak dianjurkan, walaupun hasil tangkapan masih dapat meningkat. Peningkatan upaya penangkapan  akan mengganggu kelestarian sumber daya ikan, dan hasil tangkapan per unit upaya pasti turun
  • Over Exploited 
Stok sumber daya ikan sudah menurun, karena tereksplotasi melebihi nilai MSY. Pada kondisi ini, upaya penangkapan harus diturunkan agar kelestarian sumber daya ikan tidak terganggu. 
  • Depleted 
Stok sumber daya ikan dari tahun ke tahun jumlahnya mengalami penurunan secara drastis, dan upaya penangkapan sangat dianjurkan untuk dihentikan. Hal ini berkaitan dengan kondisi kelestarian sumber daya ikan yang sudah sangat terancam (Sumber: Suyasa (2007)



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment