-->

ANALISIS PENERAPAN ANGGARAN KAS SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN PADA PT. BANGTELINDO CABANG SURABAYA [RANGKUMAN SKRIPSI]

Anggaran mempunyai dua peran penting didalam perusahaan. Di satu sisi,
anggaran berperan sebagai alat untuk perencanaan, dan disisi lain anggaran
berperan sebagai pengendali jangka pendek bagi suatu organisasi. Perencanaan
adalah melihat ke masa depan, menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan
untuk mencapai suatu tujuan. Pengendalian adalah suatu proses untuk terciptanya
kinerja yang efisien yang memungkinkan terciptanya tujuan perusahaan.

Berdasarkan perencanaan dan pengendaliaan, setiap perusahaan selalu
membutuhkan modal guna memenuhi kebutuhan belanjanya, baik berupa modal
kerja maupun modal tetap dalam perusahaan. Kas adalah kekayaan perusahaan
yang merupakan salah satu unsur modal kerja yang sangat penting. Artinya dalam
membiayai operasi perusahaan sehari-hari serta merupakan modal kerja yang
paling tinggi tingkat likuiditasnya. Kas mempunyai kedudukan sentral dalam
usaha menjaga kelancaran operasi perusahaan, maka perencanaan serta
pengendalian terhadap anggran kas ini sangatlah penting untuk dapat menjamin
kelangsungan hidup perusahaan.
Pembuatan anggaran kas merupakan satu cara yang efektif untuk
merencanakan dan mengendalikan arus kas, memperkirakan kebutuhan uang, dan
secara efektif menggunakan dana yang berlebih. Jumlah kas yang memadai sangat
penting bagi kelancaran usaha maupun bagi keperluan menunjang pelaksanaan
keputusan-keputusan strategi jangka panjang.

Anggran kas dapat menunjukkan arus uang masuk dan keluar yang
direncanakan dan posisi terakhir pada akhir periode tertentu. Anggaran kas pada
dasarnya meliputi dua bagian yaitu penerimaan kas yang direncanakan serta
pengeluaran kas yang direncanakan, disamping sebagai alat pengendalian arus
dana kas perusahaan, anggaran kas juga dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan atas kebijakan perusahaan di masa yang akan datang.
Pengelolaan kas sangat diperlukan agar operasional perusahaan dapat
berjalan dengan baik. Anggran kas yang memadai untuk perencanaan dan
pengendalian perlu disusun. Seperti halnya PT. BANTELINDO Surabaya, anak
perusahaan PT (PERSERO) TELKOM INDONESIA, Tbk bergerak dalam bidang
jasa instalasi dan pemeliharaan sarana telekomunikasi yang merupakan objek
penelitian ini. Pada PT. BANGTELINDO, anggaran kas dikeluarkan dalam
bentuk RKP (Rencana Kerja Perusahaan) yang berguna sebagai alat dalam
merencanakan dan mengendalikan pengeluaran kas masuk dan kas keluar dalam
suatu periode anggaran. Selain itu PT. BANGTELINDO menggunakan anggaran
kas dalam mengelola kas untuk aktifitas operasional serta menjaga likuiditas dan
rentabilitas kas perusahaan. Anggaran kas yang dibuat memuat rencana
penerimaan dan rencana pengeluaran serta secara periodik melakukan evaluasi
terhadap pelaksanaan.
Sesuai dengan objek penelitian yang merupakan perusahaan jasa, maka
terdapat karakteristik yang membedakan antara perusahaan jasa dengan
perusahaan manufaktur ataupun dagang. Menurut Payne 2009 : 9 ( dikutip dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa) terdapat empat karakteristik perusahaan jasa,
yaitu : tidak berwujud, heteregonitas, tidak dapat dipisahkan, dan tidak tahan
lama. Dikatakan tidak berwujud berarti jasa tidak dapat dilihat, dirasakan dicicipi
atau disentuh seperti yang di dirasakan pada suatu barang. Jasa merupakan suatu
yang abstrak sehingga ini yang membedakan perusahaan jasa dengan perusahaan
manufaktur maupun dagang.
Jasa merupakan variabel non – standar dan sangat bervariasi. Artinya,
karena jasa itu berupa suatu unjuk kerja, maka tidak ada hasil jasa yang sama
walaupun dikerjakan oleh satu orang. Hal ini dikarenakan oleh interaksi manusia
(karyawan dan konsumen) dengan segala perbedaan harapan dan persepsi yang
menyertai interaksi tersebut. Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat
yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen dalam proses tersebut. Berarti,
konsumen harus berada di tempat jasa yang dimintanya, sehingga konsumen
melihat dan bahkan ikut ambil bagian dalam proses produksi tersebut. Jasa tidak
mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual
kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa dimana ia
membeli jasa.

Download : PDF



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment