PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING [RANGKUMAN SKRIPSI]
Saat ini dunia telah mengakui bahwa pasar modal merupakan sarana yang
handal untuk mobilisasi dana. Apabila dikelola secara profesional, suatu negara
yang hanya mengandalkan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
dalam menghimpun dana akan menemui kesulitan untuk mendapatkan sumber-
sumber pembiayaan proyek-proyeknya. Kedua lembaga tersebut diatas umumnya
hanya menyediakan pinjaman modal (Jangka Pendek dan Jangka Panjang).
Sedangkan pasar uang hanya menyediakan penyertaan. Pasar modal membantu
menyehatkan struktur permodalan perusahaan sekaligus memberi kesempatan
kepada investor untuk ikut serta dalam pemilikan dan pembagian laba (dividen)
serta mengharapkan capital gain.
Investor sangat berkepentingan terhadap perkembangan dan kondisi
keuangan perusahaan, atas dasar itulah para investor menganalisis kondisi
keuangan perusahaan yang akan atau telah menjadi obyek investasinya. Kondisi
keuangan perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang
bersangkutan.
Pelaporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggung-jawaban
perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama
periode tertentu. Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SAFC)
No. 1 ada dua tujuan dari laporan keuangan, yang pertama adalah memberikan
informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditur, dan pemakai
laporan keuangan lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan
keputusan serupa lainnya. Tujuan yang kedua adalah memberikan informasi
tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai
arus kas bersih perusahaan.
Untuk analisis investasi, informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan
pengeluaran kas lebih sering digunakan oleh para analis keuangan, karena
informasi tersebut dapat mencerminkan likuiditas dari suatu perusahaan.
Informasi tersebut dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang menjadi integral
dari laporan keuangan perusahaan publik. Tujuan utama dari laporan arus kas
adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas
perusahaan selama suatu periode. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan
informasi tentang kegiatan operasi, investasi, dan pembiayaan tersebut atas dasar
kas. Manfaat laporan arus kas ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti, salah
satunya adalah Bowen et al (1986) dalam Meythi (2006). Dalam penelitiaannya
dikatakan bahwa data arus kas mempunyai manfaat dalam beberapa konteks
keputusan, seperti : (1) memprediksi kesulitan keuangan, (2) menilai risiko,
ukuran, dan waktu keputusan pinjaman, (3) memprediksi peringkat (rating) kredit,
(4) menilai perusahaan, dan (5) memberikan informasi tambahan pada pasar
modal.
Data yang terdapat dalam laporan arus kas merupakan indikator keuangan
yang lebih baik dari akuntansi karena laporan arus kas relatif lebih mudah
diinterpretasikan dan relatif lebih sulit untuk dimanipulasi. Selain itu, laporan arus
kas merupakan informasi yang dapat memberikan sinyal untuk menilai prospek
masa depan perusahaan yang akan dibeli melalui kepemilikan saham (pembelian
saham).
Saham merupakan bentuk modal penyertaan atau bukti posisi kepemilikan
dalam suatu entitas. Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di
pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada.
Reaksi harga saham dapat ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari
sekuritas yang bersangkutan.
Penelitian mengenai arus kas terhadap harga saham antara lain dilakukan
oleh Changling Chen (2004), Ferry dan Erni (2005), San Susanto dan Erni (2006),
Kiagus Andi (2007), Nasir dan Ulfah (2008). Para peneliti tersebut berhasil
membuktikan adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham, tetapi beberapa
peneliti lain seperti Ninna dan Suhairi (2006), dan Meythi (2006) tidak berhasil
mendapatkan bukti adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham.
Kormedi dan Lipe (1987) dalam Meythi (2006) menguji hubungan antara
inovasi earnings dan persistensi laba dengan return saham. Hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa koefisien respon laba berkorelasi posotif dengan persistensi
laba dan tidak menunjukkan sensitivitas yang berlebihan, sehingga besarnya
reaksi return saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan
pengaruh inovasi earnings pasa ekspektasi manfaat masa yang akan datang yang
didapatkan pemegang saham. Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan
antara return saham dan earnings tergantung pada pesistensi laba.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan
yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode penelitian tahun 2005 sampai 2008.
Alasan digunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 sebagai sampel,
dikarenakan perusahaan LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki likuiditas yang
tinggi, yang akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap variabel persistensi
laba.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti
sebelumnya, peneliti bermaksud untuk menguji dan menentukan bukti empiris ada
pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai
variabel intervening.
Download : PDF
0 komentar:
Post a Comment