Perkandangan
Kandang merupakan salah satu sarana yang penting didalam usaha peternakan, dengan tersedianya kandang maka dapat memermudah peternak didalam mengelola usahanya. Penyediaan kandang yang baik dan memenuhi persyaratan teknis, baik dilihat dari segi ekonomi dan kesehatan merupakan modal awal keberhasilan dalam berusaha. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang, antara lain :
1) Aspek Ekonomi
Dalam membangun kandang ternak harus memperhatikan aspek ekonomisnya, yang dimaksud disini adalah kandang yang dibangun tidak terlalu mahal, diusahakan semurah mungkin, tetapi masih memenuhi persyaratan teknis. Yaitu ternak akan betah tinggal didalam kandang dan membuat pertumbuhan ternak yang normal, sehat sehingga akan memberikan hasil yang optimal.Kandang yang dibangun dengan biaya mahal belum tentu memenuhi persyaratan teknis. Dan bahkan akan sulit untuk mendapatkan keuntungan, karena biaya investasinya yang besar. Pada hal intinya dalam setiap usaha perternakan adalah untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu dalam membangun kandang harus benar-benar memperhatikan aspek ekonomisnya. Berapa perkiraan umur ekonomis kandang ternak yang akan dibangun tersebut dan perlu anggaran biaya berapa? berapa tahun investasi yang dikeluarkan akan kembali dan lain sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu pengkajian yang lebih mendalam.
2) Aspek Sosial
Karena masing-masing ternakmempunyaisifatdankarakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainya, maka dalam membangun kandang sebaiknya harus memperhatikan aspek sosial yang ada. Apakah dampak yang timbul dari usaha peternakan tersebut dapat mengganggu lingkungan sekitar.Karena usaha peternakan dapat menghasilkan limbah atau kotoran yang baunya sangat menyengat hidung apabila kotoran tersebut bercampur dengan air kencing, sisa-sisa pakan dan sisa air minumnya, terlebih-lebih bila kotoran atau limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan.kotoran tersebut bercampur dengan air kencing, sisa-sisa pakan dan sisa air minumnya, terlebih-lebih bila kotoran atau limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut di atas, dianjurkan pada saat membangun kandang sebaiknya agak jauh dengan tempat tinggal atau rumah penduduk sekitarnya. Hal ini untuk mengantisipasi dampak negatif akibat limbah atau kotoran ternak yang kita usahakan.
3) Aspek Teknis
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun kandang dilihat dari aspek teknis diantaranya:a) Lokasi Kandang
Lokasi usaha peternakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
- Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) daerah yang bersangkutan;
- Ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya sesuai dengan lingkungan, sehingga kotoran dan limbah tidak mencemari lingkungan.
b) Transportasi Mudah
Lokasi kandang hendaknya dekat dengan jalan, karena akan memudahkan pada saat pengadaan sapronak dan lain-lain.
c) Dekat Sumber Air
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan sumber air, karena air merupakan kebutuhan seharihari yang harus ada. Disamping air digunakan untuk kebutuhan air minum ternak, air digunakan juga untuk memandikan ternak, untuk membersihkan kandang dan peralatan, untuk menyiram tanaman hijauan pakan ternak dan lain sebagainya. Alangkah baiknya tidak membangun kandang yang letaknya jauh dari sumber air, karena air merupakan sumber kehidupan bagi ternak tersebut. Tanpa adanya air maka usaha peternakan tidak mungkin berhasil dengan baik.
d) Jauh dari Keramaian
Lokasi kandang sebaiknya jauh dengan keramaian, karena apabila kandang dibangun dekat dengan keramaian dapatmenyebabkan ternak tidak tenang, yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas ternak yang dipelihara.
e) Bebas dari Genangan Air
Air yang menggenang disekitar kandang, apabila tidak ditangani dengan baik, maka dapat merupakan tempat berkembangnya bibit penyakit. Bibit penyakit akan tumbuh dan berkembang dengan cepat di tempat dimana air dalam keadaan menggenang.
Oleh karena itu apabila akan membangun kandang, pilih tempat atau lahan yang letaknya lebih tinggi dari sekitarnya. Dengan tempat atau lahan yang lebih tinggi dari sekitarnya dengan harapkan apabila ada hujan atau air limbah dari kandang, tidak menggenang disekitar kandang.
f) Ada Ijin
Surat ijin mutak diperlukan bagi peternak yang memiliki usaha yang berskala industri atau berskala usaha yang besar. Tanpa adannya ijin usaha, maka usaha peternakan tersebut tidak mungkin dapat berjalan langgeng. Beberapa undangundang dan peraturanpemerintah yangmengaturkegiatan usaha peternakan harus dipatuhi oleh semua peternak.
Demi berhasilnya usaha atau bertahannya usaha peternakan dalam hal perijinan, maka perlu juga dipelajari dan dipahami terutama yang berkaitan dengan amdal (analisis mengenaidampak lingkungan), pelaksanaan otonomi daerah dan rencana tata ruang wilayah atau tata ruang kota dan lain- lain.
g) Jumlah Atau Populasi Ternak
Jumlah atau populasi ternak yang ada, akan berpengaruh terhadap kandang yang akan dibangun. Apabila jumlah atau populasi ternak banyak maka ukuran kandang yang akan dibangun juga akan besar, sesuai dengan kebutuhannya. Begitu pula sebaliknya apabila jumlah atau populasi ternaknya sedikit maka ukuran kandang yang akan dibangun juga semakin kecil.
h) Ketersediaan Bahan Baku
Dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kandang ternak akan dipengaruhi oleh ketersedian bahan baku yang ada. Apabila di suatu daerah bahan baku dari kayu banyak, maka kontruksi kandang yang dibangun juga dari bahan kayu.
Begitu sebaliknya apabila disuatu daerah tidak banyak bahan kayu, maka dalam membangun kandang mungkin dari bahan beton. Walaupun bahan baku lebih mahal.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi
0 komentar:
Post a Comment