-->

Pengaruh Sifat Karakteristik Bahan dalam Pengecilan Ukuran

 Tekstur bahan yang umumnya diukur dengan skala “maks” adalah kriteria mengenai ketahanan bahan terhadap penghancuran. Kekerasan bahan harus dipertimbangkan pada saat memilih peralatan pengecilan ukuran, karena bahan yang keras biasanya akan lebih sulit dikecilkan ukurannya dan membutuhkan energi yang lebih besar. Struktur mekanik bahan dapat memberi petunjuk pada tipe gaya yang harus diberikan agar terjadi pemecahan bahan. Untuk bahan-bahan yang mudah pecah (frioble) atau bahan yang memiliki struktur kristal, pemecahan lebih mudah terjadi secara memanjang dalam satu bidang datar, alat yang sesuai dengan bahan tersebut bila bahan cenderung pecah pada beberapa jalur pecahan, alat yang dipakai menggunakan gaya pukul “impact”, sedangkan bahan yang cenderung sobek “sehar”, cara yang tepat untuk proses pengecilan ukurannya adalah dengan cara pengirisan dan pemotongan. Selain kekerasan dan struktur mekanis bahan, air dalam bahan juga dapat mempengaruhi proses pengecilan ukuran. Air pada bahan dapat berperan memperlancar atau menghambat proses pegecilan ukuran. Kadar air yang berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan “clogging” selama penggilingan, sehingga menurunkan efisiensi produk. Sebaliknya pada penggilingan basah, air sangat membantu dalam rangka mendapatkan partikel.



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment