-->

Cara Identifikasi (uji pemastian ) kation-kation

Berikut ini contoh identifikasi kation-kation tersebut:

  • Pb2+ : Dengan asam klorida encer membentuk endapan putih dalam larutan dingin dan tidak terlalu encer. Endapan larut dalam air panas dan membentuk kristal seperti jarum setelah larutan dingin kembali. 
  • Hg2+  : Dengan asam klorida encer membentuk endapan putih HgCl2. Endapan tidak larut dalam air panas tetapi larut dalam air raja 
  • Ag+ : Dengan asam klorida encer membentuk endapan putih AgCl. Endapan tidak larut dalam air panas tetapi larut dalam amonia encer karena membentuk kompleks Ag(NH3)2+. Asam nitrat encer dapat menetralkan kelebihan amonia sehjingga endpan dapat terbentuk kembali. 
  • Hg+ : Dengan menambahkan larutan KI secara perlahan-lahan akan membentuk endapan merah HgI2 yang larut kembali dalam KI berlebih karena membentuk komplek [HgI 4]2- 
  • Bi2+ : Dengan NaOH membentuk endapan  putih BI(OH)2 yang larut dalam asam 
  • Cu2+ : Dalam NaOH larutan dingin membentuk endapan biru Cu(OH)2 yang tidak larut dalam NaOH berlebih. Bila endapan tersebut dipanaskan akan membentuk endapan hitam CuO 
  • Cd2+ : Dengan H2S membentuk endapan  kuning CdS yang larut dalam asam pekat dan tidak larut dalam HCN 
  • As2+ : Dengan tes Gutzeit akan terbentk warna hitam pada kertas saring setelah dibiarkan beberpa lama 


  • Sb3+ : Dengan larutan NaOH membnetuk endapan putih yang larut dalam larutan basa alkali yang pekat (5M) membentuk antiminit 
  • Sn3+ : Dengan NaOH membentuk endapan putih Sn(OH)2 yang larut dalam NaOH berlebih. Dengan Amonia mengendap sebagai hidroksida pula. Tetapi tidak larut dalam pereaksi berlebih 
  • Fe2+ : Dengan larutan K4fe(CN)6 dalam keadaan tanpa udara terbentuk endapan K2Fe[Fe(CN)6]. Pada keadaan biasa  terbentuk endapan biru muda. 
  • Fe3+ : Dengan laruan NaOH membentuk endapan coklat kemerahan Fe(OH)3 yang tidak larut dalam pereaksi berlebih 
  • Al3+ : Dengan larutan basa membentuk endapan gelatin putih yang larut dalam pereaksi berlebih 
  • Cr3+ : Dengan larutan basa membentuk endapan hijau Cr(OH)3 yang larut kembali dengan penambahan asam  
  • Co2+ : Dengan menambahkan beberapa butir kristal NH4SCN ke dalam larutan Co2+ dalam suasana netral atau sedikit asam akan membentuk warna biru dari ion [Co(SCN)4]2- 
  • Ni2+ : Dengan laruan NaOH membentuk endapan hijau Ni(OH)2 yang larut dalam amnonia tetapi tidak larut dalam pereaksi NaOH berlebih Mn2+ : Dengan laruan NaOH membentuk endapan   Mn(OH)2 yang mula-mula berwarna putih dan berubah  menjadi coklat jika teroksidasi.  
  •  Zn2+- : Dengan laruan NaOH membentuk endapan gelatin putih Zn(OH)2 yang larut dalam asam dan dalam pereaksi berlebih  
  • Ba2+ : Dengan amonium oksalat membentuk endapan putih BaC2O4 yang sedikit larut dalam air, mudah larut dalam asam asetat encer, asam mineral. 
  • Sr2+ : Dengan larutan amonium oksalat terbentuk endapan putih SrC2O4 yang sedikit larut dalam air, tidak larut dalam asam asetat encer, tetapi larut dalam asam mineral. 
  • Ca2+ : Dengan larutan amonium oksalat terbentuk endapan putih CaC2O4 yang tidak larut dalam air maupun asam asetat tetapi larut dalam asam mineral. 
  • Mg2+ : Dengan laruan NaOH membentuk endapan gelatin putih Mg(OH)2 yang tidak larut dalam pereaksi berlebih tetapi mudah larut dalam garam amonium. 
  • K+ : Dengan larutan Na3[Co(NO2)6] terbentuk endapan kuning K3[CoNO2)6 yang tidak larut dalam asam asetat encer. Catatan tidak boleh ada ion NH+  dalam larutan karena akan memberi reaksi yang sama dengan K+ 
  • Na+ : Dengan pereaksi seng uranil asetat terbentuk kristal kuning NaZn(UO2)3(CH3COO)9.9H2O 



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment