-->

Telofase

Pada tahap telofase ini, inti sel anakan terbentuk kembali dari fragmen-fragmen nukleus. Bentuk selnya memanjang akibat peran mikrotubulus non kinetokor. Benang-benang kromatin mulai longgar. Dengan demikian, fase kariokinesis yang menghasilkan dua inti sel anak yang identik secara genetik telah berakhir, namun dua inti sel masih berada dalam satu sel. Perhatikan Gambar 4.9. Agar kedua inti terpisah menjadi sel baru, perlu adanya pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinesis. Sitokinesis terjadi, segera setelah telofase selesai. Pada fase sitokinesis terjadi pembelahan sitoplasma diikuti pembentukan sekat sel baru, sehingga terbentuk dua sel anakan. Pada sel hewan, sitokinesis ditandai dengan pembentukan alur pembelahan melalui pelekukan permukaan sel di sekitar bekas bidang ekuator. Di sepanjang alur melingkar, terdapat mikrofi lamen yang terdiri dari protein aktin dan miosin. Protein tersebut berperan dalam kontraksi otot atau pergerakan sel yang lain. Kontraksi ini semakin ke dalam sehingga menjepit sel dan membagi isi sel menjadi 2 bagian yang sama. Berbeda dengan sel hewan, sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang keras. Oleh karena itu, pada sitokinensis tidak terbentuk alur pembelahan. Sitokinesis terjadi dengan pembentukan pelat sel (cell plate) yang terbentuk oleh vesikula di sekitar bidang ekuator. Vesikula-vesikula yang dibentuk oleh badan golgi tersebut saling bergabung. Penggabungan juga terjadi dengan membran plasma diikuti terbentuknya dinding sel yang baru oleh materi dinding sel yang dibawa oleh vesikula. Perhatikan Gambar 4.10.







pembelahan mitosis  dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap profase dimulai dengan memadatnya benang kromatin. Meskipun tampak jelas, nukleolus akan segera menghilang. Selain itu, gelendong pembelahan mulai terbentuk walaupun belum terlihat pada mikroskop.
2. Tahap metafase awal (prometafase) dimulai dengan pemisahan kromosom. Setiap kromosom terdiri dari dua kromatid berpasangan. Pada fase ini, membran nukleus terfragmentasi dan mikrotubulus kinetokor melekat pada sentromer. Pada tahap metafase, gelendong terbentuk lengkap. Kromosom ditarik dengan kuat oleh mikrotubulus kinetokor yang datang dari kutub sel berlawanan. Akhirnya, kromosom berbaris pada bidang metafase.
3. Tahap anafase ditandai dengan pemisahan kromosom. Kromosom anak berpindah ke kutub-kutub sel seiring memendeknya mikrotubulus kinetokor.
4. Tahap telofase ditandai dengan terbentuknya inti sel (nukleus) anak. Pada tahap ini, sitokinesis mulai terjadi. Pelat sel yang membagi sitoplasma menjadi dua, mulai tumbuh di sekeliling sel induknya. Kemudian dua sel anak terpisah, pada sel tumbuhan tidak terdapat sentriol. Orientasi pembelahan dilakukan secara langsung oleh kromosom.



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Our Akuntansi


0 komentar:

Post a Comment