STRUKTUK ORGANISASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Kantor akuntan publik memiliki karakteristik dan lingkup penyediaan jasa yang amat beragam, yang pada gilirannya mempengaruhi struktur dan organisasi dari perusahaan- perusahaan tersebut. Tiga faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasi dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah :
1. Kebutuhan untuk memiliki independensi atas klien. Independensi membuat auditor tetap objektif / tidak memihak dalam menarik kesimpulan mengenai laporan keuangan klien
2. Pentingnya struktur untuk mendorong kompetensi. Kompetensi mengijinkan para auditor untuk melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lainnya secara efisien dan efektif.
3. Meningkatnya resiko pengadilan yang dihadapi oleh auditor. Dalam decade terakhir, perusahaan-perusahaan memiliki sejumlah pengalaman dalam peningkatan biaya-biaya yang terkait dengan pengadilan. Beberapa struktur organisasi mampu memberikan suatu tingkat proteksi pada individu anggota perusahaan.
a. Struktur organisasi kantor akuntan publik
Enam struktur organisasi dapat digunakan oleh kantor akuntan publik. Kecuali untuk jenis perusahaan perorangan, setiap struktur menghasilkan suatu entitas yang terpisah dari akuntan publik sebagai pribadi, di mana hal tersebut membantu auditor untuk bersikap independen. Empat struktur organisasi terakhir menyediakan beberapa perlindungan terhadap kerugian pengadilan (litigation loss).
1. Perusahaan Perorangan
Hanya perusahaan-perusahaan yang dimiliki seorang pemilik saja yang dapat beroperasi menggunakan struktur ini. Secara tradisional, semua perusahaan yang dimiliki oleh seorang pemilik dikelola sebagai perusahaan perorangan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian besar dari mereka telah berubah ke dalam bentuk organisasi yang memiliki kewajiban terhadap resiko pengadilan (litigation risk) yang lebih terbatas.
2. Persekutuan Umum (Firma/ CV di Indonesia)
Bentuk organisasi ini sama dengan bentuk perusahaan perorangan, kecuali bahwa bentuk organisasi ini
diterapkan terhadap banyak pemilik. Hingga saat ini, semua perusahaan akuntan publik diorganisasikan sebagai persekutuan atau kepemilikan umum.
3. Perseroan Terbatas Umum
Keuntungan dari suatu perseroan terbatas adalah bahwa pemegang saham hanya memiliki kewajiban sebesar nilai penyertaan mereka dalam perseroan terbatas itu. Mayoritas kantor akuntan publik tidak diorganisasikan dalam bentuk perseroan terbatas karena mereka dibatasi oleh hukum di banyak negara bagian untuk memiliki struktur organisasi seperti itu.
4. Perseroan Terbatas Profesional .
Suatu perseroan terbatas profesional (Professional Corporation = PC) menyediakan jasa-jasa profesional serta dimiliki oleh satu atau lebih pemegang saham. Hukum-hukum dan perlindungan atas kewajiban PC amat beragam antara satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Hukum PC pada beberapa negara bagian menawarkan perlindungan atas kewajiban individu yang mirip dengan perlindungan serupa dalam perseroan terbatas umum, sementara perlindungan pada kewajiban tersebut sangat minim di beberapa Negara bagian lainnya. Keragaman ini menimbulkan kesulitan bagi suatu kantor akuntan publik yang memiliki klien yang tersebar di negara-negara bagian yang berbeda untuk memiliki struktur organisasi sebagai PC.
5. Perusahaan dengan Kewajiban Terbatas .
Suatu perusahaan dengan kewajiban terbatas (limited liability company = LLC) menggabungkan sifat-sifat terbaik dari sebuah perseroan terbatas umum dengan sebuah persekutuan umum. Suatu LLC berstruktur dan dikenai pajak seperti suatu persekutuan umum, tetapi para pemiliknya memiliki suatu kewajiban individual yang terbatas serupa dengan kewajiban para pemilik dari sebuah
perseroan terbatas umum. Profesi akuntansi baru-baru ini telah melakukan lobby untuk memberlakukan LLC di lebih banyak negara bagian. Saat ini, hampir semua negara bagian telah memiliki hukum tentang LLC, dan mayoritas negara bagian telah memperbolehkan perusahaan akuntansi untuk beroperasi sebagai LLC.
6. Persekutuan dengan Kewajiban Terbatas .
Suatu persekutuan dengan kewajiban terbatas (limited liability partnership = LLP) dimiliki oleh satu atau lebih rekanan. Organisasi ini berstruktur dan dikenai pajak seperti sebuah persekutuan umum, tetapi perlindungan kewajiban personal dari LLP tidak sebesar suatu perseroan terbatas umum atau LLC. Para rekanan dari suatu LLP secara personal bertanggung jawab terhadap hutang-hutang dan kewajiban rekanannya, tindakan mereka sendiri, serta tindakan-tindakan pihak lain yang berada di bawah pengawasan mereka. Para rekanan tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap kewajiban-kewajiban yang timbul dari tindakan-tindakan ceroboh rekanan lainnya atau para karyawan yang tidak berada di bawah pengawasan mereka. Bukan merupakan hal mengejutkan bila saat ini semua perusahaan The Big Five dan sebagian besar perusahaan lainnya yang berskala lebih rendah beroperasi dengan menggunakan format LLP.
b. Hirarki khas kantor akuntan public
Hirarki organisasi yang khas dalam suatu kantor akuntan publik mencakup para rekanan atau para pemegang saham, manajer, supervisor, senior atau auditor yang memimpin audit, serta para asisten/auditor pemula. Seorang karyawan baru umumnya memulai karir sebagai seorang auditor pemula serta melewatkan sekitar 2 atau 3 tahun dari masing-masing klasifikasi di atas sebelum ia mencapai status sebagai rekanan. Sebutan-sebutan dari jabatan-jabatan tersebut berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, tetapi strukturnya tidak berbeda.
Auditor, dapat diartikan sebagai seseorang yang melaksanakan beberapa aspek dari audit. Merupakan hal yang umum untuk memiliki satu atau beberapa auditor dari masing-masing tingkatan jabatan dalam sebuah perjanjian penugasan yang berlingkup besar. Promosi jabatan di lingkungan kantor akuntan publik bergulir cukup cepat, dengan mengikutsertakan pula tugas-tugas dan tanggung jawab. Selain itu, anggota staf audit umumnya memperoleh beragam pengalaman dari berbagai macam perjanjian penugasan dengan klien. Dengan adanya kemajuan teknologi komputer dan audit, para auditor pemula dalam bidang audit dengan cepat memperoleh tanggung jawab dan tantangan yang lebih besar.
Karakteristik hirarki dalam kantor akuntan publik membantu meningkatkan kompetensi. Para individu pada setiap tingkatan audit mengawasi dan mereview pekerjaan rekannya yang berada pada tingkatan struktur organisasi di bawah mereka. Sebagai contoh, seorang auditor pemula yang baru bekerja diawasi
langsung oleh senior atau auditor yang memimpin audit. Hasil pekerjaan dari auditor pemula ini kemudian direview oleh auditor yang memimpin audit, berikutnya direview oleh manajer dan rekanan.
Untuk meningkatkan kompetensi serta untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi klien, banyak kantor akuntan publik yang diorganisasikan pula sesuai lini spesialisasi industri. Para auditor dari setiap level jabatan dapat rnemiliki keahlian khusus untuk melaksanakan audit dalam suatu industri tertentu, seperti misalnya lembaga keuangan. Dengan mengkhususkan diri dalam suatu lini industri, para auditor memperoleh pemahaman yang lebih baik akan bisnis kliennya. Untuk memprasaranai suatu cara pemberian jasa yang menyeluruh, kelompok-kelompok spesialisasi industri dapat melintasi lini-lini fungsi. Sebagai contoh, sekelompok ahli industri pelayanan kesehatan dapat terdiri dari auditor, ahli pajak, dan konsultan yang ahli dalam industri pelayanan kesehatan.
0 komentar:
Post a Comment